”Beginilah caraku mencintaimu”
Diam adalah caraku mencintaimu karena-NYA
Berharap lebih memelihara kesucian hatiku dan hatimu setelah nya
“aku belajar mencintaimu dalam keimanan
… Berharap agar dpt menjaga rasa maluku dan memelhara kesucian hatimu.inilah caraku mencintaimu karena-NYA, diam tak pernah terucap hingga diujung lidah yang lunak bahkan tak pernah terlukiskan oleh aktivitas ku yg dapat kau lihat
Begitulah caraku mencintaimu…..
(via coretansiella-deactivated201302)
Kulangkahkan kaki di atas kertas,
meliuk menari meninggalkan jejak tinta,
namun kuingin lari meneteskan darah,
menghabiskan nafsu akan dunia gelap.
Tapi mengapa, selalu saja sosok itu muncul membayangi langkahku?
Tali dendam selalu menjerat kakiku, menyeretku kembali pada alam sepia.
Kuingin lepas dari seluruh benci, namun seucap kata maaf tak pernah terucap.
Kuingin berlari, namun tangan dinginmu terus menahan langkahku.
Akan kuteriakkan ultimatum pada merpati,
menyampaikan surat hitam di atas putih.
Jauhi aku, lepaskan aku, biarkan aku hidup kembali.
Biarkan jejak mati hidupku hidup dalam bui.
Aku ingin membuka teralis dengan cahaya baru.
Membangun bata beralaskan cinta, mengukir nama dengan janji suci.
Menanam benih dengan lafaz-Mu, menutup tirai dengan tulus.
Kuingin menutup dirimu dengan tulus.
Layaknya semua duri dalam hati
Tertusuk perlahan namun sakitnya pasti
Terlihat sebuah bulan tak bersemi
ada apa gerangan, apa yang terjadi?
Satu hal yang tak pernah pasti,
bukan maksud pungguk merasa iri
tapi mengapa bulan tak pernah sadari
bahwa aku selalu rindu akan ini?
Ketika cinta itu datang dan pergi,
hanya berakhir dengan tangis melodi
Mengapa jua Romeo harus merasa sedih,
karena sesungguhnya Juliet yang merugi?
Hidup itu ladang.
Dan aku hanya seorang lajang yang mengharap seekor jalang.
Aku hanya noda dalam putih, aku hanya titik dalam hamparan.
Aku adalah aku.
Dan aku bukan sebuah apa.
Aku bukan apa-apa.
Semua akan lenyap, seiring dengan lenyapnya sinar dalam jalanku.
Sudah kupadamkan seluruh lentera dalam keremangan, dan biarkan kegelapan menemani kalbu.
Yang Mulia, kapan Engkau akan mengeluarkan diriku?
Kebutuhan akan lintas batas dan manajemen lingkungan global terus bertambah. manajemen lingkungan lokal, regional, nasional, dan perusahaan dapat membangun institusi sosial, pasar, hukum dan kekuatan dalam menghadapai resolusi suatu konflik. Lintas batas dan manajemen lingkungan global harus tetap berdasar pada kerjasama pembangunan internasional. Dalam prakteknya, menghormati persetujuan lebih sulit daripada mencapainya. Beberapa melihat bahwa PBB memiliki peran dalam memberikan saran dan berdasarkan pada rasa respek secara internasional. Pada umumnya peran ini sekarang cukup lemah.
Banyak manajemen lingkungan dan rencana yang sudah direaktivasi, fokus yang sempit, sedikit demi sedikit dan koordinasi lemah. Pendekatan terintegrasi sudah dikaji untuk dapat memecahkan masalah-masalah di atas dan memastikan bahwa manajemen lingkungan dapat membawa keuntungan ekonomi. Masalah lingkungan adalah masalah yang berhubungan dengan batas politik dan batas melalui udara, air dan tanah; serta terlibat dalam berbagai macam disiplin ilmu dan pemain sehingga akan sulit jika tidak menggunakan manajemen lingkungan terintegrasi. Terintegrasi berarti pengembangan dari sistemn manajemen lingkungan yang mengombinasikan kesehatan, keamanan, dan isu kualitas lingkungan. Kunci dari elemen integrasi manajemen lingkungan adalah:
Lalu pendekatan apa yang terbaik?
Tidak ada. Manajemen lingkungan umumnya memiliki 2 pilihan: (1) Ketika biaya dan waktu amat terbatas, akan dilakukan pendekatan yang “cepat dan kotor” (2) lebih menyeluruh, lebih lambat dan umumnya akan memakan biaya lebih.