UP Bioproses Part I
PENGENALAM BAHAN DAN ALAT LABORATORIUM BIOPROSES
- Desinfektan: bahan yang digunakan untuk membuat suasana aseptik (bebas hama). Digunakan lisol 5% namun dapat diganti dengan alhokol 70% (atau 95%).
- Air steril: air bebas hama dan m.o.
- Vaselin: Segel pengaman pada tabung reaksi atau tempat kultur mikroba supaya tIdak terkontaminasi. Bisa digunakan kapas yang dilipat dan dipilin dengan teknik tertentu.
- Medium: Bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, memperbanyak, pengujian sifat fisiologis dan perhitungan jumlah mikroba. Syarat-syarat medium agar mikroba dapat tumbuh dengan baik:
- Harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan mikroba
- Harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan muka dan pH yang sesuai
- Tidak mengandung zat penghambat
- Steril
Berdasarkan susunan kimia, medium terdiri atas:
- Medium organik: tersusun dari zat organik seperti glukosa, maltosa, sukrosa, dan sebagainya.
- Medium anorganik:
- Medium sintetik: medium yang komposisi kimianya dapat diketahui dengan pasti dan dibuat dari bahan-bahan dengan kemurnian tinggi serta jumlahnya tepat sehingga apabila perlakuan diulang kembali maka hasilnya sama. Medium ini biasa digunakan untuk mempelajari kebutuhan makanan mikroba.
- Medium non-sintetik: medium yang komposisinya tidak diketahui dengan pasti,misalnya nutrient broth.
Berdasarkan fungsinya, medium terdiri atas:
- Medium diperkaya: medium yang ditambahkan zat-zat tertentu, misalkan darah serum, ekstrak tumbuhan, dll, sehingga dapat menumbuhkan miroba tertentu.
- Medium selektif: medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan satu kelompok bakteri atau lebih tanpa menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang diinginkan.
- Medium diferensial: medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang memungkinkan pengamat membedakan berbagai tipe m.o.
- Medium penguji: medium dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian vitamin, asam amino, dan antibiotika.
- Medium untuk penghitungan jumlah m.o.: medium spesifik yang dugunakan untuk menghitung umlah m.o pada suatu bahan, contohnya untuk bakteri Actinomycetes.
- Medium khusus: medium yang digunakan untuk menentukan tipe pertumbuhan m.o. serta kemampuan untuk mengadakan perubahan kimia tertentu.
Ada juga:
- medium cair: medium yang berbentuk cair
(ya iyalah..), dapat digunakan untuk pembiakkan dalam jumlah besar, fermentasi dan berbagai macam uji. Contoh: kaldu glukosa, nutrient broth.
- Medium padat: medium yang berbentuk padat
(gak usah komentar.), bisa dibuat dari medium cair lalu ditambahkan bahan pemadat. BIasa digunakan untuk mengamati penampilan atau morfologi koloni dan mengisolasi biakan murni. Bahan pemadat dapat berupa silika gel, agar, dan gelatin.
- Medium semi padat: medium yang dalam keadaan panas dalam berbentuk cair, apabila dingin berbentuk padat. Biasanya mengandung gelatin namun dalam jumlah sedikit (tidak sebanyak medium padat. Digunakan untuk menguji adanya motilitas (pergerakan) m.o. serta kemampuan fermentasi.
- Medium serbaguna: medium yang paling banyak menunjang sebagian besar pertumbuhan mikroba.
Yang terakhir:
- Medium Bellina: nama artis sinetron.
- Agar-agar: bahan pemadat. Bahan utama terbuat dari galaktan, yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga laut genus Gelidium, tetapi sebagian besar m.o. tidak dapat tumbuh sehingga hanya dijadikan pemadat. Dipanaskan hingga 100 derajat Celcius dan akan tetap berbentuk cair pada suhu 45 derajat Celcius.
Berikut adalah medium yang tersedia yang terdapat di lab berdasarkan praktikum I:
- Scharian: Media cair untuk mendeteksi coli di perairan seperti yang telah ditentukan APHA dan AWWA.
- Fluka Biochemika: Media selektif untuk membedakan fermentasi laktosa dan non-fermentasi laktosa pada organisme usus.
- Scharlan Violet Red Blue Agar (VRB Agar): Media selektif dan diferensial untuk deteksi dan enumerasi coli.
- Sodium chloride: Media untuk keperluan laboratorium, bukan untuk pemakaian obat-obatan.
- Nutrient agar: Media untuk keperluan umum dan pemilihan organisme terbatas.
- NUtrient broth: Media kultivasi organisme non-fastidious.
- Difco Lactose Broth : media dasar kultivasi Salmonella dan coli.
- Malt Extract Agar: Media padat untuk isolasi dan kultivasi ragi dan kapang.
- Methylene Blue Agar: Mendeteksi coli dan Bacillus penyebab demam (enteric).
- Potato Dextrose Agar: kultivasi dan enumerasi ragi dan kapang.
- Bacto Yeast Extract: Persiapan kultur mikrobial.
- Endo Agar: Media selektif untuk fermentasi laktosa dan non-laktosa pada usus.
- Skim Milk: Sebagai daar kultur mikrobial, untuk diferensiasi organisme berdasarkan koagulasi dan proteolitik dari casein.
- Bacto Peptone: Persiapan kultur media mikrobial untuk penggunaan labiratorium.
2 years ago
1 note
That’s ok, Dad. I don’t force anything to you.