don't ask about me

.just want to share the way I think and my feeling.

UP Bioproses UTS, All Questions are Answered

  1. Transfer kultur dari kultur cair ke media cair dilakukan dengan menggunakan ose (loop inokulasi).
  2. Untuk perbesaran objektif 100x (tinggi), dioleskan minyak imersi diatas gelaspreparat, kemudian turunkan lensa objektif hingga menyentuh minyak sehingga minyak berada di antara lensa objektif dan gelas preparat.
  3. Salah satu cara strelisasi alat adalah dengan pemijaran (dilakukan ketika akan dan setelah menggunakan ose).
  4. Cara pemijaran yang tepat adalah memijarkan di ATAS api, hingga bagian pangkal logam ikut berpijar dan diamkan sekitar 10 detik sebelum digunakan.
  5. Penyiapan preparat basah dari kultur cair: letakkan setetes suspensi bakteri atau khamir di tengah kaca objek. Letakkan perlahan-lahan kaca tutup pada susensi bakteri sehingga tidak terbentuk gelembung udara.
  6. Penyiapan preparat basah dari kultur padat: Letakkan setetes air dari kaca objek lalu campurkan dengan spesimen dari kultur media padat. Letakkan perlahan-lahan kaca tutup.
  7. Pengencaran dapat dilakukan secara serial. Setiap terjadi pengenceran dihitung 10^-n.
  8. Untuk ketepatan pengukuran, setelah inkubasi pada cawan agar, maka nilai CFU yang benar ada 3-300 koloni.
  9. Bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur tingkat kecerahan atau intensitas cahaya yang melewati lensa adalah iris diafragma. Untuk mengatur intensitas pada sumber cahaya dalah kondensor.
  10. Pewarna yang digunakan sebagai tandingan adalah safranin.
  11. Decolorizer yang digunakan adalah aseton-etanol.
  12. Pada pewarnaan spora, spesimen bakteri yang digunakan yang dapat membentuk spora adalah Bacillus subtilis.
  13. Pewarna spora: Malachite Green.
  14. Bacillus sp. dengan kemampuan membentuk spora maka tergolong bakteri thermofilik.
  15. Prosedur pewarnaan yang mewarnai latar belakang disekitarnya adalah pewarnaan negatif.
  16. Buku yang digunakan untuk klasifikasi dan diferensiasi bakteri adalah Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology.
  17. Dalam buku tersebut, tahap pertama bakteri dipisahkan menjadi dua berdasarkan teknik pewarnaan Gram.
  18. Dasar pemisahan tersebut berdasarkan perbedaan struktur dari dinding sel.
  19. Pada Lab Bioproses, terdapat 3 bentuk umum dari media agar berdasarkan penggunaan yaitu nutrient agar, cawan agar, dan deep agar.
  20. Media yang jenis dan jumlah komponen telah diketahui dengan pasti adalah media sintetik.
  21. Teknik yang digunakan untuk melekatkan sebaran m.o. pada gelas objek yang dikeringkan dan dilakukan di atas api bunsen yaitu teknik fiksasi.
  22. Kebanyakan bakteri, kapang, dan protozoa adalah kemo-heterotrof.
  23. Contoh puprose media untuk bakteri: Nutrient Agar. Kapang: Potato Dextrose Agar. Khamir: Yeast Malt Extract Agar.
  24. Teknik pengendalian m.o. yang hanya mematikan sel vegetatif adalah pasteurisasi.
  25. Pada media padat, akumulasi sel dapat dilihat sebagai koloni.
  26. Garam fisiologis adalah larutan isotonis dari NaCl dengan konsentrasi 0,85% (di buku tertulis 0,90%).
  27. Etanol yang digunakan untuk sterilisasi dengan pelarut organik mempunyai konsentrasi sebesar 70%.
  28. Sterilisasi panas basah dengan otoklaf dilakukan pada suhu 121 derajat Celcius dengan tekanan 15 lb/in2 selama 15-30 menit.
  29. Bakteri yang tidak hanya tidak dapat tumbuh jika ada oksigen atau bahkan mati adalah obligat anaerob.
  30. Teknik sterilisasi bahan atau substansi tidak tahan panas dapat digunakan metode filtrasi membran.
  31. Warna kapang berasal dari spora.
  32. Teknik sterilisasi material impermeable seperti alat gelas dan logam adalah dengan panas-kering.
  33. Pasteurisasi tidak termasuk metode sterilisasi.
  34. Bakteri Eschericia coli mempunyai bentuk batang.
  35. Sterilisasi ruangan clean bench menggunakan teknik sterilisasi dengan radiasi UV.

2 years ago
0 notes

UP Bioproses Part I

PENGENALAM BAHAN DAN ALAT LABORATORIUM BIOPROSES

  • Desinfektan: bahan yang digunakan untuk membuat suasana aseptik (bebas hama). Digunakan lisol 5% namun dapat diganti dengan alhokol 70% (atau 95%).
  • Air steril: air bebas hama dan m.o.
  • Vaselin: Segel pengaman pada tabung reaksi atau tempat kultur mikroba supaya tIdak terkontaminasi. Bisa digunakan kapas yang dilipat dan dipilin dengan teknik tertentu.
  • Medium: Bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, memperbanyak, pengujian sifat fisiologis dan perhitungan jumlah mikroba. Syarat-syarat medium agar mikroba dapat tumbuh dengan baik:
  1. Harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan mikroba
  2. Harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan muka dan pH yang sesuai
  3. Tidak mengandung zat penghambat
  4. Steril

Berdasarkan susunan kimia, medium terdiri atas:

  • Medium organik: tersusun dari zat organik seperti glukosa, maltosa, sukrosa, dan sebagainya.
  • Medium anorganik: 
  • Medium sintetik: medium yang komposisi kimianya dapat diketahui dengan pasti dan dibuat dari bahan-bahan dengan kemurnian tinggi serta jumlahnya tepat sehingga apabila perlakuan diulang kembali maka hasilnya sama. Medium ini biasa digunakan untuk mempelajari kebutuhan makanan mikroba.
  • Medium non-sintetik: medium yang komposisinya tidak diketahui dengan pasti,misalnya nutrient broth.

Berdasarkan fungsinya, medium terdiri atas:

  • Medium diperkaya: medium yang ditambahkan zat-zat tertentu, misalkan darah serum, ekstrak tumbuhan, dll, sehingga dapat menumbuhkan miroba tertentu.
  • Medium selektif: medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan satu kelompok bakteri atau lebih tanpa menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang diinginkan.
  • Medium diferensial: medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang memungkinkan pengamat membedakan berbagai tipe m.o.
  • Medium penguji: medium dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian vitamin, asam amino, dan antibiotika.
  • Medium untuk penghitungan jumlah m.o.: medium spesifik yang dugunakan untuk menghitung umlah m.o pada suatu bahan, contohnya untuk bakteri Actinomycetes. 
  • Medium khusus: medium yang digunakan untuk menentukan tipe pertumbuhan m.o. serta kemampuan untuk mengadakan perubahan kimia tertentu.

Ada juga:

  • medium cair: medium yang berbentuk cair (ya iyalah..), dapat digunakan untuk pembiakkan dalam jumlah besar, fermentasi dan berbagai macam uji. Contoh: kaldu glukosa, nutrient broth.
  • Medium padat: medium yang berbentuk padat (gak usah komentar.), bisa dibuat dari medium cair lalu ditambahkan bahan pemadat. BIasa digunakan untuk mengamati penampilan atau morfologi koloni dan mengisolasi biakan murni. Bahan pemadat dapat berupa silika gel, agar, dan gelatin.
  • Medium semi padat: medium yang dalam keadaan panas dalam berbentuk cair, apabila dingin berbentuk padat. Biasanya mengandung gelatin namun dalam jumlah sedikit (tidak sebanyak medium padat. Digunakan untuk menguji adanya motilitas (pergerakan) m.o. serta kemampuan fermentasi.
  • Medium serbaguna: medium yang paling banyak menunjang sebagian besar pertumbuhan mikroba.

Yang terakhir:

  • Medium Bellina: nama artis sinetron.
  • Agar-agar: bahan pemadat. Bahan utama terbuat dari galaktan, yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga laut genus Gelidium, tetapi sebagian besar m.o. tidak dapat tumbuh sehingga hanya dijadikan pemadat. Dipanaskan hingga 100 derajat Celcius dan akan tetap berbentuk cair pada suhu 45 derajat Celcius.

Berikut adalah medium yang tersedia yang terdapat di lab berdasarkan praktikum I:

  1. Scharian: Media cair untuk mendeteksi coli di perairan seperti yang telah ditentukan APHA dan AWWA.
  2. Fluka Biochemika: Media selektif untuk membedakan fermentasi laktosa dan non-fermentasi laktosa pada organisme usus.
  3. Scharlan Violet Red Blue Agar (VRB Agar): Media selektif dan diferensial untuk deteksi dan enumerasi coli.
  4. Sodium chloride: Media untuk keperluan laboratorium, bukan untuk pemakaian obat-obatan.
  5. Nutrient agar: Media untuk keperluan umum dan pemilihan organisme terbatas.
  6. NUtrient broth: Media kultivasi organisme non-fastidious.
  7. Difco Lactose Broth : media dasar kultivasi Salmonella dan coli.
  8. Malt Extract Agar: Media padat untuk isolasi dan kultivasi ragi dan kapang.
  9. Methylene Blue Agar: Mendeteksi coli dan Bacillus penyebab demam (enteric).
  10. Potato Dextrose Agar: kultivasi dan enumerasi ragi dan kapang.
  11. Bacto Yeast Extract: Persiapan kultur mikrobial.
  12. Endo Agar: Media selektif untuk fermentasi laktosa dan non-laktosa pada usus.
  13. Skim Milk: Sebagai daar kultur mikrobial, untuk diferensiasi organisme berdasarkan koagulasi dan proteolitik dari casein.
  14. Bacto Peptone: Persiapan kultur media mikrobial untuk penggunaan labiratorium.
2 years ago
1 note
Which color are you?

Which color are you?

(Source: leilockheart)

2 years ago
30,684 notes
That’s ok, Dad. I don’t force anything to you.
Hello? Are you there?

Hello? Are you there?

(via e-pic)

2 years ago
12,699 notes
One of my perfume.

One of my perfume.

2 years ago
0 notes
I’ve just thrown up but not like this. LOL

I’ve just thrown up but not like this. LOL

(via kurtanesque-deactivated20120507)

2 years ago
21 notes